Saturday, July 03, 2010

SEORANG PETANI TUA

bismilLah~~~
Dari kejauhan terlihat pakcik tua itu
Kelihatan die baru pulang dari sawah
Lengkap bersama cangkul di belakang
Motor buruk menjadi tunggangan

Mencari rezeki yang tidak pernah putus
Untuk waktu dan generasi akan datang
Usah dihalang pakcik itu ke bendang
Kerana dia sudah alah sejak dulu lagi

Garis-garis umur jelas di wajahnya
Masih gagah walau sesekali bergetar sendi
Kekuatan,ketabahan untuk isteri, anak dan cucu

Di hadapan rumah merenung jauh
Menghitung dan menunggu hari tuai
Tembakau berbalut daun nipah tersisip di bibir
Hembusan dilepaskan dengan perlahan

Bendang sawah di hadapan rumah petani tua itu

Memikirkan hari-hari tuanya kah
Atau merindu anak dan cucu di kota
Desa ini tak mungkin ditinggal lama
Tidak biasa membiarkan kebun dan sawah terbiar

Sesekali anak cucu pulang menghilang rindu
Walau hanya jangka yang tak lama
Tapi itu cukup membangkit selera makan
Mengukir senyum dan tawa menghilangkan sepi

Bila semua pulang kembali berharap mereka kembali
Masih terngiang gelak dan tangis cucunya
Itulah sumber ketabahan dan kegigihan selama ini
Demi melihat anak cucu berjaya

Sesekali ramahnya lucu menegur tetangga
Masa terluang di ajak berbual mesra
Diselang hirupan kopi dan hembusan tembakau
Membantu mereka tidak mengira apa

Petani tua itu masih lagi gagah


alhamdulilLah~~~